Senin, 17 Oktober 2011

Soal UTS Elektro Kelas VIII Tapel 2011 - 2012


I.      Pilihlah jawaban yang kamu anggap benar dengan cara menyilang salah satu abjad a, b, c, atau d.
1.     Komponen dasar elektronika yang hanya bisa mengalirkan arus dalam satu arah dalam suatu rangkaian elektronika adalah ....
a.        Resistor                   c. Kapasitor
b.       Dioda                       d. Transistor
2.     Dalam komponen dioda memiliki dua kutub Anoda dan kutub Katoda, dimana kutub Anoda menunjukkan polaritas atau kutub ....
a.        Negatif                     c. Positif
b.       Netral                       d. Ground
3.    IC yang dapat mengeluarkan tegangan tertentu sesuai dengan yang kita inginkan supaya penggunaan tegangan input dalam rangkaian yang membutuhkan tegangan yang stabil, maka kita harus menggunakan IC :
a.       Op Amp                 c. TTL
b.      Regulator              d. Decade Counter
4.    Transformator pada umumnya terdiri dari .... kumparan
a.       1                               c. 3
b.      2                               d. 4
5.    Dibawah ini yang merupakan salah satu tegangan pada trafo bagian kumparan primer adalah ....
a.       110                           c. 240
b.      220                           d. Semua benar
6.    Sebelum menggunakan transformator sebaiknya perlu kita lakukan pengecekkan terlebih dahulu supaya kita tahu transformator itu baik atau rusak, maka dalam melakukan pengecekkan terdapat berapa langkah pengecekkan ....
a.       3                               c. 4
b.      5                               d. 6
7.       Pada saat proses pengecekkan antara kumparan primer dengan skunder, maka jarum pada AVO Meter akan ....
a.    Diam                         c. Bergerak sedikit
b.    Bergerak                 d. A dan B benar
8.       Pada saat melakukan pengukuran dioda, dimana kutub Anoda dihubungkan dengan colok (+) dan kutub Katoda dengan colok (-), maka jarum pada AVO Meter akan ....
a.       Diam                       c. Bergerak sedikit
b.      Bergerak               d. A dan B benar
9.    Tegangan pada kumparan skunder transformator adalah berupa arus .....
a.       Searah                    c. Bolak – Balik
b.      DC                            d. A dan B benar
10. Diode Bridge adalah sebuah jembatan diode yang bangun dari .... diode
a.       2                               c. 3
b.      4                               d.5
II.    Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan jelas : 
1.    Coba anda jelaskan bagaimana cara mengukur Transformator  !
2.    Coba anda jelaskan bagaimana cara mengukur dioda yang baik !
3.    Coba anda gambarkan bagaimana cara membangun jembatan diode atau diode bridge !
4.    Coba anda jelaskan, apa yang anda ketahui tentang IC 7812 ?

Soal UTS Gasal Tapel 2011 - 2012

 
SOAL UTS MAPEL ELEKTRONIKA KELAS VII
SMP MUHAMMADIYAH 4 “GADUNG” SURABAYA
TAHUN PELAJARAN 2011 - 2012

I.      Pilihlah salah satu jawaban yang anda anggap benar dengan cara menyilang abjad a, b, c atau d :
1.     Komponen dasar elektronika yang digunakan untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam suatu rangkaian elektronika adalah ....
a.        Resistor                   c. Kapasitor
b.       Dioda                       d. Transistor
2.     Resistor adalah salah satu komponen pasif dari komponen elektronika. Dalam prakteknya, resistor dapat dibagi menjadi .... bagian.
a.     5                                 c. 6
b.     4                                 d. 3
3.     Resistor pada umumnya berbentuk tabung dengan kedua kaki tembaga dikiri dan dikanan. Dan untuk mengetahui nilai resistansinya, biasanya disertai dengan gelang kode warna sebanyak ....
a.        3 gelang                   c. 4 gelang
b.       5 gelang                   d. B dan C benar
4.     Jika sebuah resistor memiliki warna  (1) Kuning, (2) Abu – Abu, (3) Ungu, (4) Merah, dan (5) Coklat maka besar nilai resistansinya adalah ....
a.        48 G Ω / 1%            c. 48K7 Ω / 1%
b.       4K87 Ω / 1%           d. 48 M Ω / 1%
5.     Jika sebuah resistor memiliki nilai resistansi sebesar 330 / 5 %, maka kode warna yang melekat pada badan resistor adalah ....
a.        Jingga, Jingga, Coklat, Emas
b.       Jingga, Jingga, Hitam, Perak
c.        Jingga, Jingga, Hitam, Hitam, Coklat
d.       Jingga, jingga, Hitam, Emas
6.     Sebuah resistor memiliki nilai resistansi sebesar 1 K / 5%, berarti memiliki nilai toleransi sebesar ......
a.        ± 50 Ω                      c. ± 5
b.       ± 150 Ω                   d. ± 25
7.     Pada saat melakukan pengukuran resistor dengan menggunakan AVO Meter dengan skala 100 X, kemudian jarum pada AVO Meter berhenti pada angka 25. Berarti resistor tersebut memiliki nilai resistansi sebesar ....
a.        250 Ω                       c. 2K5
b.       25 Ω                         d. 25 KΩ
8.     Komponen dasar elektronika yang dapat menyimpan muatan listrik dalam suatu rangkaian elektronika adalah ....
a.        Resistor                   c. Diode
b.       Kapasitor                 d. Transformator
9.     Dalam bidang elektronika, kita mengenal komponen kapasitor menjadi .... macam.
a.        2                               c. 3
b.       4                               d. 1
10. Dibawah ini adalah termasuk jenis komponen kapasitor tidak tetap, terkecuali ....
a.        Varco                       c. Trimmer
b.       CDS                           d. Elco

II.    Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan jelas :
1.    Resistor tetap merupakan resistor yang memiliki nilai satuan dengan ditandai adanya gelang warna pada badan resistor, terdiri dari berapa macam kode warna dan sebutkan?
2.    Sebutkan ada berapa macam Resistor Tetap yang memiliki gelang warna?
3.    Coba anda sebutkan dan jelaskan fungsi dari AVO Meter !
4.    Ada berapa persiapan  yang harus anda lakukan sebelum menggunakan AVO Meter?
5.    Jika sebuah resistor memiliki nilai 1K5 Ω / 5 %, setelah dilakukan pengukuran hasilnya adalah 1K4 Ω. Coba anda jelaskan dan simpulkan bagaimana kondisi dari resistor tersebut ?


Text Box: Selamat mengerjakan, jangan lupa bacalah basmalah terlebih dahulu. 

Jumat, 04 Februari 2011

Mengalah tuk membangun kebersamaan dan meraih kemenangan

Dalam kehidupan yang terjadi pada saat ini pasti akan ada suatu perbedaan. Apalagi perilaku dan watak seseorang tak akan lepas dari bawaan dari lahir, lingkungan keluarga, lingkungan pendidikkan dan lingkungan pergaulan kita pada masa - masa kecil kita, bahkan pada saat masa kita mencari jati diri di usia masa peralihan dari anak - anak menuju remaja atau kedewasaan.
Beraneka ragam pergaulan dengan latar belakang ekonomi, sosial dan pendidikkan yang berbeda, maka akan berbeda pula dalam membentuk perilaku dan sikap kita sekarang ini ataupun kedepan. Suatu misal kehidupan kita dalam keluarga, disini kita akan bisa melihat perkembangan dan pola pikir anak. Keberadaan anak tunggal dengan anak yang banyak saudara, atau hanya dua bersaudara akan membentuk karakter yang berbeda pada anak.
Biasanya karakter anak tunggal dengan si bungsu tidak akan jauh berbeda, bisa dibilang hampir banyak mendapatkan persamaannya dalam hal bersikap dan berperilaku, misalnya lebih suka diperhatikan dalam segala hal, kurang dalam kemandirian, segala sesuatunya selalu minta dipenuhi dan sebagainya. Dan untuk si sulung selalu memiliki karakter yang bisa bertolak belakang dengan si bungsu,  seperti jiwa kepemimpinan, kemandirian, dan yang paling utama adalah berjiwa besar ( orang jawa bilang "Jembar Dadane lan Jembar Kaweruhne" ), dan masih banyak lagi yang lainnya. Sedangkan anak yang posisinya berada ditengah-tengah, biasanya memiliki karakter uswah, pembanding, pengayom, berjiwa besar dan pemikir.
Selain pembentukkan karakter dalam keluarga, bisa juga karakter akan terbawa dan terbentuk dalam lingkungan pendidikkan. Memang kita semua tahu tidak akan ada satu sekolah pun yang akan mencetak karakter anak yang tidak diharapkan oleh orang tua bahkan masyarakat luas. Tapi tidak akan kita pungkiri lagi perkembangan anak yang melalui pendidikan yang umum dengan yang bernuansa agama pasti akan membawa dan merubah karakter anak yang berbeda. Ini tidak akan jauh dengan pembentukkan karakter dalam pergaulan anak sehari - hari. Jika setiap hari anak-anak bergaul dengan anak-anak yang sholeh, Insya Allah akan menjadi anak yang sholeh juga, juga sebaliknya. Jadi dalam hal ini pendidikkan sejak dini dan pergaulan anak sampai usia remaja sangatlah rentan (dibaca: rawan) akan perkembangan dan pola pikir anak kedepan.
Tidak lepas dari kehidupan pembentukkan karakter diatas, kita semua akan tahu sikap dan perilaku orang-orang disekeliling kita. Ada yang mau minta menangnya sendiri, merasa dirinya sudah pintar, merasa dirinya yang paling berjasa [baca: orang lama / berpengalaman], merasa dirinya seorang atasan dan sebagainya. Oleh karena itu, untuk sementara ini dalam menghadapi yang demikian itu lebih bijak lagi kalau kita menyikapi dengan cara mengalah. Yang bukan berarti kita kalah atau lemah, semuanya itu menjaga perasaan orang yang lebih tua dan lebih pengalaman dari kita, untuk membangun suatu kebersamaan dalam rangka meraih suatu kemenangan lahir dan batin kita. Atau bahkan kemenangan dunia dan akhirat kita.
Dalam mengambil sikap seperti mengalah maka kita harus banyak belajar dari filososfi tanaman padi, diam itu emas, aliran air dan cahaya lilin. Biarlah untuk sementara, orang lain boleh menilai kita itu lemah, tidak punya pendirian, bahkan yang lainnya. Tapi kita harus selalu tetap berjiwa besar dengan menunjukkan kemenangan didalam keharmonisan dalam perilaku kita sendiri maupun dalam berkelompok untuk selalu menjaga dan membangun suatu kebersamaan. Karena kita tahu, dengan bersama kita akan mudah mencapai suatu keberhasilan, kemenangan, dan keutuhan. Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh, menyapu dengan satu lidi hasilnya akan lebih bersih dengan menggunakan puluhan atau ratusan lidi.   

Kamis, 16 Desember 2010

Kodrat Manusia sebagai Makhluk Sosial

Manusia merupakan tercipta dengan kodratnya sebagai makhluk sosial, sehingga dari awal sampai akhir kehidupannya tetap membutuhkan orang lain. Itulah manusia. Kadang kala kita juga lupa akan kodrat tersebut diatas dengan muncul sikap individu atau lebih dikenal dengan istilah mandiri. Dengan kemandirian inilah akhirnya terciptalah gap (jurang pemisah) sesama manusia. Baik itu kepada orang tua, sesama saudara, sanak kerabat, dan teman.
Dari sinilah kebersamaan itu dibangun oleh orang - orang yang masih memiliki jiwa sosial yang tidak mau lepas akan kodratnya. Saling bahu membahu dalam setiap aktifitas yang menginginkan suatu kesuksesan mutlak baik secara batin maupun lahiriyah.
Seiring dengan kebersamaan itu, pastilah akan muncul empati dan keterikatan batin. Dengan demikian tidak akan kita pungkiri lagi, kalau kita hidup didunia ini masih ada saling ketergantungan antara satu dengan yang lainnya. Tapi perlu kita ingat, kita juga tidak boleh terlalu banyak atau sering menggantungkan kepada orang lain alias mandiri.
Dengan Kemandirian dan Kebersamaan yang seimbang akan terlahir suatu hubungan yang harmonis, kapan dan dimana saja. Namun berbeda pula kalau Kemandirian itu porsinya lebih tinggi sewaktu - waktu akan muncul suatu kecemburuan dan mengakibatkan ketidak harmonisan dalam kebersamaan.